Books

Bunga di atas Batu

Bunga di atas Batu Iris yang baik Setelah kupertimbangkan masak masak beginilah akhirnya cara yang kupilih Bukan supaya diriku terelak dari duka perpisahan Ketahuilah pada huruf huruf terakhir setiap kata yang kutulis

  • Title: Bunga di atas Batu
  • Author: Aesna
  • ISBN: 9789797958428
  • Page: 267
  • Format: Paperback
  • Iris yang baik,Setelah kupertimbangkan masak masak, beginilah akhirnya cara yang kupilih Bukan supaya diriku terelak dari duka perpisahan Ketahuilah, pada huruf huruf terakhir setiap kata yang kutulis, kesedihan menderaku tanpa ampun bagaikan pesuruh Zeus mendera Prometeus yang malang bukankah kamu menyukai dongeng dongeng Yunani Kutahankan rasa sakit itu demi hal haIris yang baik,Setelah kupertimbangkan masak masak, beginilah akhirnya cara yang kupilih Bukan supaya diriku terelak dari duka perpisahan Ketahuilah, pada huruf huruf terakhir setiap kata yang kutulis, kesedihan menderaku tanpa ampun bagaikan pesuruh Zeus mendera Prometeus yang malang bukankah kamu menyukai dongeng dongeng Yunani Kutahankan rasa sakit itu demi hal hal yang mungkin bisa kujelaskan lebih baik secara tertulis ketimbang dibicarakan langsung Jika terasa tidak adil, maafkanlah.Manakala surat ini sampai padamu, telah jauh aku meninggalkan rumah dan tempat rahasia kita Tapi yakinlah, jarak di antara dua manusia bukan melulu perkara terlihat atau tidaknya sosok, terdengar atau tidaknya suara, terasa atau tidaknya sentuhan, terhirup atau tidaknya aroma masing masing Selama ini, misalnya, dengan bertemu setiap hari, seberapa dekat sebenarnya hati kita Seberapa banyak kau mengerti perasaanku atas dirimu dan sebaliknya

    • [PDF] Download ☆ Bunga di atas Batu | by ✓ Aesna
      267 Aesna
    • thumbnail Title: [PDF] Download ☆ Bunga di atas Batu | by ✓ Aesna
      Posted by:Aesna
      Published :2020-06-12T19:24:57+00:00

    About "Aesna"

    1. Aesna

      Aesna, konon ia mencari nama penanya dengan kontemplasi yang sangat lama di pinggiran Danau Cipondoh Dari danaunya berwarna biru bening sampai mendekati kehitaman Hidup dengan menggantungkan harapan pada Tuhan dan alam, maka ia memilih hidup nomaden sebab harapannya kadang berpindah dari jiwa yang satu ke jiwa yang lain ia meyakini bahwa semua yang ada di alam pantas diberi harapan Tidak terlalu menyukai buku bagus kecuali buku itu murah dan dapat dibeli dengan tingkat kebutuhan sekunder dibawah membayar tagihan listrik dan air Tidak terlalu menyukai film bagus kecuali film itu dapat diunduh cuma cuma dari media lokal dengan kecepatan akses wi fi up to 2mbps Menyukai vanilla latte dengan segala kemanisan yang dibuat buat di atas kenyataan yang jelas jelas pahit.

    493 Comments

    1. Dear Aesna yang baik,Aku sudah menyelesaikan bukumu mungkin saat kau masih menunggu hasil kelulusan di perguruan tinggi. Sebelum kabar ---yang buruk-- ini kusampaikan, aku mendukungmu dalam doa, supaya nanti bisa diterima dan berkuliah di Sastra UGM, tempat yang kau inginkan, sebagaimana Bara yang berkuliah di kampus yang menakjubkan itu. Tapi doa yang terakhir ini, bukan berarti untuk bermanis-manis menyampaikan kritik berikut ini.Aku mulai surat ini dari judul bukumu yang memberiku harapan. Se [...]


    2. Resensi juga bisa dibaca di sini: adhamology.wordpress/2014/Judul: Bunga di Atas BatuPenulis: AesnaPenerbit: Moka MediaHlm. + Ukuran: iii + 129 hlm; 12,7 x 19 cmTerbit: 2014 (cetakan pertama)ISBN: 979-795-842-6Genre: Novel remajaKALA CINTA TUMBUH DI TEMPAT YANG SALAHAda yang menarik dari talk show 4 Penulis 4 Cerita Cinta yang diadakan Moka Media awal Juli lalu. Aesna—salah satu penulis yang diundang menjadi narasumber—menceritakan makna yang terkandung dalam judul novelnya.Dia menganalogika [...]


    3. Aesna, sekali lagi saya ucapkan selamat atas novel pertamamu ini. Salut, masih remaja tapi sudah berkarya. Banyak memang remaja yang berkarya sepertimu, tapi masih jauh lebih banyak lagi yang hanya menikmati karya orang lain saja. Bukan berkarya secara nyata. Saya salah satunya, hehe, eh tapi saya bukan remaja lagi siih ;) (Nah, justru itu masa kalah sama remaja??!)Pas baca blurbnya, "wah, berat nih!" pikir saya. Ternyata emang iya, buat saya yang awam sastra sih begitu. Saya udah terlanjur suka [...]


    4. dear Aesna yang baik.Aku suka sekali membaca narasimu. Manis dan lancar tetapi juga terlalu datar. Selama membaca buku ini aku tidak menemukan emosi apa-apa yang mengaitkanku dengan tokoh-tokoh di dalam cerita. Kupikir itu mungkin karena banyak lubang-lubang dalam novelmu dikarenakan banyak sekali bagian dari naskahmu yang mungkin terbuang (hihihi. aku dapat bocoran) Sama seperti buku Moka yang lain (Song of Will) aku juga suka sekali kutipan-kutipan yang kamu sertakan di awal bab, karena itu, k [...]


    5. bingung gmn reviunya ntar. blas gak dapet feelingnya euy, hehe. belum lagi banyak catatan untuk editor mengenai masalah ejaan dan kebakuan. tapi via e-mail aja kali ya rincinya. oh ya bisa baca cepat karena memang tipis aja sih dan aku juga lagi santai. resensi lengkap: dinoybooksreview.wordpress


    6. Why 3 starts?Ceritanya ringan, cocok buat remaja, mudah dipahamin, tapi itu yang buat jadi gak penasaran.Tapi satu yg ga berubah dari penulisnya: Diksi.Dari novel pertama dan keduanya, gue suka sama diksi nya. Gue juga suka cara penulis ngerangkai kata-katanyanya. Haha






    7. gue mau ngereview lebay boleh gak? pake kata aku boyeh? *salah satu review dibuku ini bikin geli ngakak*. Ck. ok gini hasilnya setelah gue selesai baca novel lo aesna, banyak banget yang pengen gue tanya sama statments buat lo. diantaranya 1. iris sama ilham ini kan sekolahnya di cipindoh tangerang ya? kenapa maennya ampe ke monas si? jauh banget gila !!! 2. iris sama bara ini kan temenan masa pembantunya nanya kamu siapa pas si bara dateng ke rumah iris. 3. ini nyokapnya bara meninggal karena a [...]


    8. Kenapa endingnya gitu aja ya? saya kira bakalan ada happy ending gitu. ketika iris dan bara bahagia dan nikah. huft. taunya cuma segitu aja. dan banyak bgt typonya. mungkin karena cetakan pertama kali ya. overall aku suka kok!


    Leave a Comment